Thursday, August 23, 2012


Selandia Baru : Berburu predator!

 

the cute of possum :)
Possum! Hewan inilah yang menjadi predator di Seladia Baru, bukannya binatang-binatang buas dan liar seperti harimau, singa, serigala, ular dan buaya karena mereka itu semua tidak di temukan di tanah asli orang Maori ini. Hewan yang sukanya ngelayap pada malam hari (nocturnal) ini merupakan hewan asli dari Australia dan salah satu cirinya adalah mempunyai kantung untuk menyimpan anak-anaknya seperti kebanyakkan hewan-hewan endemik Australia lainnya. Orang Selandia Baru sengaja mendatangkan possum dari negeri tetangganya itu selain untuk menambah koleksi fauna tentunya juga karena cute-nya hewan tersebut J. Akan tetapi lambat laun possum menjadi hewan yang tidak di sukai keberadaannya, mereka berkembang biak dengan cepat hanya butuh 60 hari untuk membesarkan anak setelah itu kawin dan “hamil” lagi dan tidak mengherankan sekarang jumlahnya di perkirakan ribuan. Mengapa mereka tidak di sukai? Karena possum menghabisi daun-daun dari pohon-pohon yang ada di hutan dan perkebunan, mereka juga memakan telur-telur dari burung-burung asli Selandia Baru. Intinya possum membuat mati banyak pohon dan membuat keberadaan hewan lain menjadi punah, bahkan karenanya muncul statement baru yang mengatakan: “By now, if you are finding it difficult to sleep – Start counting possum, forget about sheep!” J

 

Pemerintah negeri inipun mengambil kebijakan dengan memberikan ijin kepada warganya untuk berburu possum kapanpun dan dimanapun (biasanya ada bulan-bulan tertentu yang di tetapkan pemerintah untuk berburu, misalkan berburu paradise duck setiap bulan Januari selama 1 minggu, berburu bebek biasa setiap bulan Mei selama 3 minggu). Dulunya setelah di tembak mati bangkai possum di biarkan begitu saja, tetapi seiring dengan perkembangan teknologi orang Selandia Baru menggunakan bulu possum sebagai bahan untuk pembuatan jaket, kaos kaki, kaos tangan,  topi dan produk-produk fashion lainnya. Harga bulu possum saat ini perkilonya sebesar $ 145 NZ, maka dari itu orang semakin giat untuk memburu possum selain untuk menyalurkan hobi menembak, mereka juga menginginkan uang dari bulu-bulu hewan cute iniJ.

bulu possum
 

 
Pemikiran itu juga ada dalam benak Mr. Wes Cullen, si bos peternakan dimana saya pernah tinggal dan belajar cara beternak J Malam itu saya masih menginap di rumah keluarga The Cullen, Jumat 10 Agustus langit menampakkan senyumnya melalui taburan gemerlap bintang-bintangnya J. Ketika saya sedang asyik menonton dvd shaun of the sheep yang kami bawa dari Bali bersama anak-anak, Wes menghampiri saya dan mengatakan..”hei..maukah kamu berburu possum bersamaku sekarang?” sayapun tanpa ragu berkata iya dan langsung menuju kamar untuk mengambil jaket dan topi untuk melawan dingin di luar sana saat berburu. Waktu saat itu menunjukkan pukul 8 malam, kamipun beranjak dengan motor ATV menuju ladang pembantaian yang tak lain adalah pohon-pohon yang ada di sekitar peternakan the Cullens. Motor ATV dilengkapi dengan lampu senter yang mampu menyorot tajam sampai 50 meter, lampu itulah yang kami gunakan untuk menyorot dari pohon satu ke pohon lainya untuk mengecek ada atau tidaknya keberadaan si possum. Seperti mata-mata binatang pada umumnya, ketika di sorot dengan lampu maka mata mereka menyala demikianpun dengan mata possum. Pada saat kami menyoroti pohon dan mendapati 2 buah bola kecil berwarna merah, kami langsung mendekati pohon itu dan siap untuk menembak karena 2 buah bola kecil berwarna merah itu adalah mata possum. Kesuluruhan pada malam itu kami menjumpai 6 ekor possum akan tetapi kami hanya berhasil membunuh 3 ekor saja, 1 satu diantaranya berhasil saya bunuh J dan 3 ekor lainnya berhasil lolos karena bersembunyi di balik dahan-dahan pohon yang besar. Kamipun senang dan puas malam itu berhasil menambah bulu possum ke dalam kantong penampungan yang nantinya kalau sudah genap beratnya 1 Kg tinggal menghubungi sang pengepul untuk datang ke rumah lalu mengambilnya dan menyerahkan dollarnya kepada Wes sebagai gantinya, dan tentunya anjing di peternakan juga senang karena mereka mendapatkan santapan daging segar J coba kalo di negeriku, possum itu akan saya makan! Jadi rica-rica atau possum kecap J well…karena The Cullens dan orang Selandia Baru tidak makan daging possum dan pada saat itu saya juga jaim, maka anjinglah yang berpesta JJ. Thank’s my Dear buat momen menyenangkan ini.
                                       
 

“Semua yang berkaki empat kita makan kecuali meja, semua yang bersayap kita makan kecuali pesawat, semua yang di air kita makan kecuali kapal dan semua yang panjang-panjang kita makan kecuali kereta api.”

(pepatah kuno)

JJJ

 

 

No comments:

Post a Comment