Thursday, July 5, 2012

Visa Selandia Baru

Berbicara tentang visa, saya teringat ketika masih duduk di bangku kuliah tepatnya pada saat belajar tentang dokumen pasasi yaitu matakuliah yang mempelajari tentang dokumen-dokumen untuk perjalanan keluar negeri yang salah satunya adalah visa. Karena setiap negara punya regulasi sendiri-sendiri kamipun belajar persyaratan-persyaratan aplikasi visa untuk negara-negara yang berada di kawasan Eropa, Amerika, Asia, Australia dan Afrika juga tak ketinggalan membahas tentang macam-macam visa. Pada saat mengambil matakuliah itu jujur saya tidak ada minat, tapi karena ini matakuliah wajib ya mau tidak mau saya harus ambil untuk persayaratan kelulusan kuliah. Alasan mengapa saya tidak minat dan ogah-ogahan saat belajar tentang dokumen pasasi adalah karena pertama saya tidak ada obsesi nantinya akan terjun ke dunia pekerjaan yang kerjaannya urus-mengurus visa, kedua saya sudah berpikir dan percaya bahwa saya tidak akan pernah bisa pergi ke luar negeri ! jadi buat apa belajar tentang visa huuh?
Surat pemberitahuan resmi dari Kedutaan NZ.
Akan tetapi semua pemikiran itu berubah ketika muncul kesempatan yang unik dalam hidup saya untuk bisa pergi keluar negeri dan kunjungan ini butuh visa! Singkatnya kesempatan unik ini muncul karena saya pacaran dengan wanita yang berasal dari Selandia Baru kurang lebih 9 bulan, hubungan kami serius dan kami ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan so…sebagai laki-laki pada umumnya saya harus datang baik-baik untuk memperkenalkan diri siapa saya di hadapan keluarga besar pacar saya dan mengutarakan niat untuk membangun sebuah keluarga baru dengan anak perempuan mereka J cool huh! Rencana sebelumnya, setelah kami berbicara melalui media skype merekalah yang ingin datang ke bali untuk bertemu dengan saya tetapi karena adanya kesibukkan, mereka tidak jadi datang ke bali melainkan mengundang saya untuk pergi ke Selandia Baru untuk bertemu mereka dan keluarga besar. Booom….sayapun langsung mengiyakan tanpa pikir panjang karena saya ingin pergi ke luar negeri hahaha. Setelah dapat lampu hijau dari pemimpin organisasi dimana saya bekerja dan diberikan waktu 1 bulan liburan, sayapun bergegas semangat mengurus aplikasi visa untuk pergi ke Selandia Baru. Dengan bantuan dari Sang Pacar dan teman-teman yang punya pengalaman pergi ke luar negeri, saya mulai mencari info aplikasi dari website Kedutaan Besar Selandia Baru yang ada di Jakarta lalu men-download formulir aplikasi visa, mengeprintnya dan mengisi formulir sesuai dengan data yang dibutuhkan serta giat bekerja untuk melengkapi file-file lain yang dibutuhkan seperti : surat pernyataan dari organisasi saya bekerja yang menyatakan bahwa saya benar-benar pekerja di organisasi tersebut dan menjelaskan saya diberi liburan 1 bulan dan pasti juga akan kembali ke Indonesia lagi, surat pernyataan dari orang tua pacar saya yang menjelaskan bahwa saya akan menuju dan tinggal bersama keluarga ini selama saya berada di Selandia baru, pergi ke studio foto untuk mengambil gambar terbaru dari muka saya dan mencetaknya untuk di sertakan sebanyak 2 lembar, foto kopi Kartu Keluarga, pergi ke bank untuk setor uang sehingga nantinya bisa mencetak informasi rekening yang jumlahnya sesuai dengan persyaratan dan di lampirkan pada formulir, lalu juga melampirkan surat sponsor khusus dari pacar saya yang harus dibukukan oleh notaris. Setelah formulir dan lampiran-lampiran yang dibutuhkan siap dan sudah membayar dimuka uang sebanyak Rp. 1.200.000 guna membayar aplikasi visa sebesar Rp. 1.100.000 dan biaya kurir untuk mengembalikan passport Rp. 100.000 setelah proses entah visa di tolak atau didapatkan, sayapun tanpa menunggu lama mengirimkan formulir itu ke Kedutaan Besar Selandia Baru via Tiki.

Visaku!

Seminggu berlalu setelah pengiriman formulir itu, staf dari Kedutaan Besar Selandia Baru memberitahukan bahwa mereka memberikan ijin kepada saya untuk pergi ke Selandia Baru! Woooow…it’s amazing! I’ll go to overseas J. Melalui pengalaman ini saya belajar hal sederhana yaitu kemustahilan yang selama ini kita percayai sebenarnya itu bukanlah hal yang mustahil, ketahuilah bahwa hidup kita ini di hiasi dengah banyak sekali kesempatan-kesempatan untuk mengubah hal mustahil menjadi tidak mustahil. Ditambah lagi kita punya orang-orang yang berada disekeliling kita dan punya Tuhan yang penuh anugerah yang siap membantu untuk membuka gerbang kemustahilan dan selanjutnya melangkah bersama-Nya untuk meraih mimpi kita..so there is no impossible thing! Anyway saya sudah mendapatkan tiket untuk pergi ke Selandia Baru, sayapun semangat untuk pergi walaupun masih ada sedikit rasa nervous untuk bertemu keluarga besar dari pacar saya J tapi saya percaya saya bisa tampil apa adanya dan percaya diri saat berada bersama mereka! Again..nothing impossible! Huh hah.. jadi tunggu ya cerita saya selanjutnya tentang meet the parents! cap cus....!

No comments:

Post a Comment