Sunday, July 22, 2012


Lombok  #12 : Potret Pendidikan Daerah, Air Terjun dan Lagu Baru.

Lombok lagi! Ya inilah perjalanan yang saya akan lakukan bersama tim setiap bulan untuk melaksanakan “program” daripada organisasi kami bernaung dimana mengusung salah satu tema people helping people , sepertinya kayaknya kalau tidak salah J program in masih ada 4 tahun lagi soalnya yang saya tahu organisasi kami ada komitmen 5 tahun untuk membantu sebanyak-banyaknya orang khususnya di Lombok Utara terhitung sejak tahun lalu yang bekerja sama dengan salah satu LSM internasional yang memiliki "pekerjaan" di wilayah ini. Perjalanan di bulan Juli 2012 ini jatuh pada tanggal 17-18 dan seperti biasa kami datang untuk memberikan sedikit banyak akan  pengetahuan tentang seluk beluk pengertian kebencanaan dan yang menjadi targetnya adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar juga menyempatkan waktu sedikit untuk “mengunjungi” daya tarik wisata yang ada di wilayah ini J. Inilah cerita singkat perjalanan saya, Sisi, Dharma, Maya dan Putra yang adalah teman kami seorang gitaris handal yang menyempatkan waktunya untuk bergabung dengan kami.

Day 01

Setelah mendarat di Bandara International Lombok (BIL) kami langsung menuju mataram untuk bertemu teman rekan saya yaitu Dharma dan Maya sekaligus makan siang sebelum bertolak ke utara untuk mengajar di salah satu Sekolah Dasar  yang di jadwalkan jam 2 siang. Setiap bulan kami mendatangi sekolah-sekolah yang berbeda dan setiap bulan kami selalu mendapatkan pengalaman baru yang berharga, kunjungan di hari pertama kami mendapat kesempatan untuk berbagi dengan anak-anak SD di desa Sambik Elen di Lombok Utara. Desa ini terletak di kaki gunung Rinjani, kami perlu bertanya berulang kali kepada penduduk yang kami temui untuk mendapati lokasi wilayah yang terletak jauh dari jalan utama dan harus melalui jalanan sepi yang membelah perkebunan warga desa ini. Singkat cerita kamipun berhasil menemukan desa ini dan sekolah dasar mereka yang akan kami gunakan untuk pelatihan. Dalam membagikan pengetahuan ini kami menggunakan metode yang sama tapi ada sedikit improvisasi, yang jelas basicnya adalah memberikan pengertian tentang bencana, membagi kelas dalam kelompok kecil dan mengajak mereka melihat cuplikan video kasus bencana lalu menuntun mereka untuk berdiskusi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar pengertian bencana dan hal-hal yang ada dalam video kasus lalu di akhiri dengan presentasi dari perwakilan masing-masing kelompok. Hasilnya menurut kami mereka sangat menikmati waktu ini dan membuat mereka yakin bahwa mereka mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat untuk kedepannya. Kamipun percaya akan hal itu. Pasti segala sesuatu yang kami lakukan tidak akan pernah kembali sia-sia.
Sekolah Dasar yang kami tuju di hari pertama.

Di hari pertama ini kami mendapati pengalaman yang benar-benar membuka mata kami akan potret pendidikan yang buram di sejumlah daerah di Indonesia, mengapa kami berpikir seperti ini? Hal pertama ketika kami melihat bangunan dan lingkungan Sekolah Dasar ini adalah bergumam ..”waduh kok kayak gini ya bentuknya?” Sekolah Dasar yang kami kunjungi ini jauh dari sempurna jika kita bandingkan dengan Sekolah Dasar yang biasa kami temui di perkotaan. Dari segi bangunan, hanya terdiri dari 3 ruang yang di pakai untuk 2 ruang kelas, 1 ruang guru. Ruang kelas sangat sederhana sekali, walaupun sudah menggunakan whiteboard tetapi bangku dan meja belajar masih apa adanya juga semua jendela yang ada mlompong tanpa ada kaca ataupun kawat ventilasi yang sungguh mengganggu dalam pemutaran video karena kelas terang benderang dengan banyaknya intesitas cahaya yang menerobos bebas melalui jendela. Halaman daripada Sekolah Dasar ini juga masih apa adanya, tanahnya tidak rata alias bergelombang dan banyak di tumbuhi semak-semak tanaman liar. Papan nama Sekolah juga tampil asal ada hanyalah papan putih yang di cetak tangan bertuliskan nama SD saja dan sudah mulai luntur serta yang unik sekali kami tidak melihat adanya toilet di sekitar bangunan SD ini akan tetapi ada kebun luas di belakang bangunan J yes I did!. Mendengar tentang Kegiatan Proses Belajar Mengajar di Sekolah ini kamipun juga sedih, satu kelas di gunakan untuk menampung 2 sampai 3 tingkatan kelas yang ada seperti contoh kelas 5 dan 6 bisa duduk di kelas yang sama dan juga seringnya ketidakhadiran dari tenaga pengajar yang ada.

Bergaya bersama untuk kenang-kenangan :)
Kemajuan suatu bangsa salah satunya dapat terlihat dari pencapaian hasil pembangunannya, untuk dapat melakukan pembangunan yang berkesinambungan dipastikan perlu sumber daya manusia yang unggul. Dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul unsur yang paling utama dan penting  adalah pendidikan. Bagaimana mungkin mendapatkan sumber daya manusia dengan kualitas baik jika lembaga pendidikan yang ada belum layak? maka konsekuensi logis dari hal ini adalah perhatian  pemerintah pusat maupun daerah terhadap sektor pendidikan, sedangkan wujud penerapan tersebut dalam bentuk kebijakan ataupun alokasi dana dalam sektor pendidikan. Ngomong-ngomong, saya pernah ngobrol dengan salah seorang yang berprofesi sebagai dosen yang juga menaruh perhatian kepada dunia pendidikan di Indonesia. Dalam obrolan kami Ibu dosen itu mengatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2012 memberikan porsi sebesar 20% untuk sektor pendidikan. Dari jumlah dana APBN sebesar Rp. 1.435 triliun, sebanyak Rp. 288,8 triliun dialokasikan untuk meningkatkan mutu sektor pendidikan. Menurut saya jumlah tersebut banyak sekali dan menjadi sebuah kebaikan bila kemudian anggaran pendidikan tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin dan tepat sasaran. Akan tetapi muncul lagi pertanyaan dana itu sudahkah dimanfaatkan semaksimal mungkin dan tepat sasaran kalau menilik Sekolah Dasar yang saya kunjungi bersama tim di Lombok Utara ini? Waduh pusing ah mikirin dan mereka-reka lari kemana saja aliran dana tersebut..  kembali ke tim saya, dalam obrolan perjalanan setelah selesai pelatihan, ada niatan dari salah satu teman kami untuk mengadopsi SD ini melalui yayasan yang sudah dibentuknya. Intinya ingin membawa perubahan baru dimana akan membangun fasilitas yang mendukung sarana kegiatan belajar mengajar dan menambah tenaga pengajar yang berkomitmen dan terdidik yang nantinya akan tinggal lama di tempat ini. Sungguh ini ide serius yang sedang bersama kami pikir dan gumulkan, kami belajar dengan tulus untuk memberi apa saja yang bisa kami berikan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. semua itu terinspirasi dari Pak Kennedy yang pernyataannya kami cerna sebagai berikut jangan tanya apa yang bisa negara berikan untuk kita tetapi kita bertanya,berpikir dan bertindak apa yang bisa kita berikan untuk negara. Yah..kami akan terus belajar dan bertindak untuk negara ini.

Day 02

Kami menginap di salah satu penginapan yang berderet-deret di sepanjang jalan desa di wilayah Desa Senaru yang merupakan salah satu akses pendakian ke gunung Rinjani. Hari ke dua kami ada jadwal untuk mengadakan pelatihan di salah Sekolah Dasar yang juga masih di wilayah Desa Sambik Elen jam 10 pagi. Karena waktu pelatihan tidak terlalu pagi, maka saya gunakan kesempatan ini bersama 2 teman saya yang lain untuk eksplorasi ke kawasan cagar alam taman nasional gunung rinjani dimana di kawasan ini terdapat air terjun yang indah J untuk menuju ke air terjun kami harus menempuh jarak kurang lebih 1 km dari penginapan kami, wisata air terjun ini menjadi daya tarik wisatawan dan pemerintah setempat menaruh perhatian yang cukup baik dengan membangun jalan setapak yang bagus untuk menuju air terjun dan juga membangun banyak gazebo untuk peristirahatan jikalau wisatawan letih menaiki dan menuruni anak tangga yang ada di jalan setapak menuju air terjun ini. Kami tidak tahu berapa harga tiket masuk ke wisata air terjun  yang bernama sindang gila ini, karena kami datang terlalu pagi dan belum ada petugas yang berjaga di loket pintu masuk..jadi ini bukan salah saya J. Sesampainya di air terjun saya pun langsung buka baju dan mandi ria di bawah guyuran air terjun tanpa menghiraukan dinginnya air pada saat itu, terasa nikmat sekali kawan.. serasa pijet refleksi yang menyegarkan badan. Sudah puas di air terjun kamipun pulang ke penginapan untuk mandi dan sarapan sebelum memulai aktivitas sepanjang hari itu.
Mejeng di air terjun dan mejeng sebelum ngajar.

Pukul 9. 30 pagi kami berangkat menuju Sekolah Dasar yang terletak di jalan utama desa Sambik Elen, hanya 15 menit perjalanan saja dari tempat kami menginap. Murid yang hadir di pelatihan ini adalah murid kelas 5 dan kelas 6. Mereka sangat antusias menunggu kedatangan kami, ini di tunjukkan mereka dengan datang pukul 7 pagi dan mempersiapkan kelas dengan sedemikian rupa seperti; menyapu, mengepel dan menata bangku serapi mungkin. Di sekolah ini kami juga disambut oleh para guru yang ada dan memberikan kesempatan untuk mengambil penuh jam dan metode pelatihan sesuai yang kami sudah persiapkan. Metode yang kami pakai masih tetap sama dengan metode yang kami pakai dalam pelatihan di sekolah-sekolah dasar sebelumnya. Ada kesenangan lain dari tim kami yaitu selain menyelesaikan pelatihan dengan baik, kami juga berhasil share tentang mimpi kepada mereka. Salah satu teman kami berhasil menantang mereka untuk punya mimpi yang besar! Mimpi itu tidak bayar alias gratis kalau begitu kenapa kita cuma mimpiin hal-hal yang kecil? Ubah dong..mari kita mimpiin hal-hal yang besar! Dan merekapun dengan bantuan kami juga telah berhasil menciptakan lagu yang berbicara kita semua anak pintar yang rajin belajar, punya mimpi besar dan tidak takut untuk maju J

Setelah kegiatan selesai, kami kembali ke penginapan untuk mandi lagi kemudian check out dan melanjutkan perjalanan ke BIL untuk terbang pulang ke Bali tapi tidak lupa mampir ke kota Mataram untuk berburu Ayam Taliwang sebagai menu makan siang kami J Sungguh kami semua mengucap syukur untuk kesempatan ini dimana kami bisa mengembangkan diri kami sendiri dan juga orang lain. Mari bung kita bersama mengembangkan diri lalu beri kontribusi yang baik buat negeri ini. Amin.



Jangan tanya apa yang Negara berikan padamu, Tetapi Tanya apa yang kamu berikan pada Negara. (Jhon F. Kennedy)

*) dari berbagai sumber.




No comments:

Post a Comment