Tuesday, November 19, 2013

PPB Friendly Cup Seri 2

 
 

 

Turnamen Persahabatan antar SSB yang di gelar Putera Pemenang Bali seri 2 yang menampilkan tim U – 11 dan U – 14 berkesudahan dengan lancar pada hari Minggu 10 November 2013 di lapangan sepakbola Desa Adat Kelan. Tim U – 11 dari SSB Persi Putra dan Tim Putera Pemengan Bali A U-14 keluar sebagai jawara di kelompok mereka masing-masing. Namun jalannya turnamen mini ini sedikit tercoreng karena adanya ulah dari beberapa penonton yang terlihat keras memprotes keputusan wasit pemimpin pertandingan, tidak hanya dengan ucapan kasar saja melainkan juga diiringi tindakan yang kurang sportif. Hal tersebut sangatlah di sayangkan, karena terbukti memberi pengaruh ke anak-anak untuk ikut-ikutan memprotes dan memaki-maki wasit. Padahal kalau di cermati wasit melakukan tugasnya dengan baik, hanya mungkin ada kesalahan-kesalahan kecil yang biasa terjadi namun tidak bisa di terima oleh tim yang di rugikan dimana pada saat itu sedang dalam keadaan tertinggal. Kenapa bisa begitu ya?  Apakah itu sebuah cara yang benar untuk  merespon suatu keadaan yang tidak kita harapkan seperti kekalahan dalam pertandingan? Ya semua kembali ke pilihan kita bagaimana cara merespon. Kita bisa memilih untuk memaki wasit plus mengancam untuk membunuhnya, bisa juga menyalahkan pemain yang tidak bermain secara maksimal serta bisa mengkritik strategi pelatih yang amburadul sehingga tim menderita kekalahan. Namun, ada baiknya kita bersikap positif dalam segala keadaan termasuk saat menderita kekalahan.
Belajar tentang sikap positif, marilah kita belajar dari seorang yang bernama Thomas Edison. Majalah Life menyebutnya sebagai orang terhebat sepanjang millenium ini. Jumlah penemuannya sungguh luar biasa: 1.093. Ia memegang hak paten lebih banyak daripada siapapun di dunia, ia mematenkan setidaknya satu penemuan setiap tahun selama enam puluh lima tahun berturut-turut. Kebanyakan orang mengatakan kemampuan Edison itu berkat kejeniusannya yang kreatif, namun menurut Edison sendiri, itu adalah berkat kerja keras. “Jenius,” katanya, “Sembilan puluh Sembilan persen kerja keras dan satu persen ide.” Dan juga adalah berkat faktor ketiga yaitu sikap positif. Ketika harus mencoba sepuluh ribu kali untuk menemukan bahan yang tepat untuk dijadikan lampu pijar, ia tidak memandangnya sebagai kegagalan. Pada tahun 1914 laboratorium kesayangannya terbakar. Sementara ia berdiri di luar dan menyaksikannya, ia berkata, “Anak-anak, panggilkan ibu kalian. Ia takkan pernah melihat api sebesar ini lagi.”
Kebanyakan orang pasti hancur hatinya. Edison tidak. “Saya memang berusia enam puluh tujuh tahun,” katanya setelah tragedi itu, “namun belum terlalu tua untuk memulainya kembali. Sayakan sudah sering mengalami hal ini.” Ia pun membangun kembali laboratoriumnya dan terus bekerja selam tujuh belas tahun lagi. Ia meninggal di usia delapan puluh empat tahun. Seandainya Edison bukan orang sangat positif, ia takkan pernah dapat mencapai kesuksesan seperti itu sebagai penemu. Jika kita memperhatikan seseorang yang berhasil meraih kesuksesan jangka panjang dalam profesi apapun, kita akan menemukan bahwa mereka hampir selalu memiliki pandangan hidup yang positif.

Melalui kisah Edison, saya berharap kita bisa mengambil hikmahnya dan menerapkannya dalam hidup kita khususnya bagi para penggiat pembinaan usia dini. Dalam keadaan apapun, entah itu kekalahan atau masalah non teknis dan teknis marilah bersama-sama kita mencoba untuk berpikir positif. Pembinaan sepakbola usia dini bukanlah hanya urusan melatih anak-anak bermain bola lalu meraih kemenangan demi kemenangan namun juga lebih ke urusan yang membantu kita dan anak-anak dalam mengembangkan jiwa yang berkarakter sehat. Pembinaan sepakbola usia dini tidak lebih adalah program membekali generasi mendatang dengan nilai-nilai luhur untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Perlu diingat bahwa tidak semua anak-anak yang tergabung dalam sepakbola nantinya mereka semua akan atau mau menjadi atlet sepak bola, namun tidak ada salahnya menanamkan sikap positif dalam diri mereka sejak dini melalui sepakbola. Mari kita tetap bersikap positif kawan! Majulah pembinaan sepakbola usia dini…Majulah sepakbola negriku…Majulah bangsaku!

 
 
JADWAL dan HASIL PERTANDINGAN
NO
WAKTU
LAPANGAN
TIM YANG BERTANDING
(SKOR)
USIA
1
07.30 – 08.00
A
PPB GARUDA
0
0
ARTANTA
U - 11
2
07.30 – 08.00
B
PPB RAJAWALI
1
2
PERSI PUTRA
U - 11
3
08.00 – 08.30
A
PPB U – 14 A
5
0
ARTANTA U -  14
U – 14
4
08.00 – 08.30
B
PPB B U – 14 B
1
1
PERSI PUTRA U - 14
U – 14
5
08.30 – 09.00
A
PPB GARUDA
0
1
PERSI PUTRA
U - 11
6
08.30 – 09.00
B
PPB RAJAWALI
4
0
ARTANTA
U - 11
7
09.00 – 09.30
A
PPB U – 14 A
3
1
PERSI PUTRA U - 14
U – 14
8
09.00 – 09.30
B
PPB U – 14 B
4
1
ARTANTA U -  14
U – 14
9
09.30 – 10.00
A
PPB GARUDA
0
0
PPB RAJAWALI
U - 11
10
09.30 – 10.00
B
ARTANTA
0
3
PERSIPUTRA
U - 11
11
10.00 – 10.30
A
PPB U – 14 A
5
1
PPB U – 14 B
U – 14
12
10.00 – 10.30
B
ARTANTA U -  14
2
3
PERSI PUTRA U - 14
U – 14
 

KLASEMEN U – 11

NO
TIM
MAIN
MENANG
SERI
KALAH
SELISIH GOL
NILAI
1
SSB Persi Putra
3
3
0
0
6 - 1
9 *
2
PPB Rajawali
3
1
1
1
5 - 2
4
3
PPB Garuda
3
0
2
1
0 - 1
2
4
SSB Artanta
3
0
1
2
0 - 7
1

KLASEMEN U – 14

NO
TIM
MAIN
MENANG
SERI
KALAH
SELISIH GOL
NILAI
1
PPB A
3
3
0
0
13 - 2
9*
2
PPB B
3
1
1
1
6 - 7
4
3
SSB Persi Putra
3
1
1
1
5 - 6
4
4
SSB Artanta
3
0
0
3
3 - 12
0

 

 
           
 
                               
 
 

No comments:

Post a Comment