Friday, November 1, 2013

Beternak Babi ala Bali Life.

 
 

Beternak babi tentunya sudah dikenal oleh kalangan masyarakat kita, selain hasilnya dapat menambah pendapatan hidup juga hasil dari beternak babi dapat kita gunakan untuk pemenuhan kebutuhan makanan sehari-hari J. Hal itupun menjadi salah satu alasan mengapa Yayasan Bali Life menjadikan ternak babi sebagai bagian kegiatan di “Farming Land” mereka. Saya dan istri masih setia meluangkan waktu untuk belajar di sana dengan orang-orang yang biasa-biasa saja namun luar biasa  di bidang tersebutJ. Pagi tadi saya dan istri berkesempatan untuk mengurus babi-babi nan imut dan lucu. Dalam kesempatan itu kami membantu para pekerja dalam melakukan tugasnya dan tentunya bertanya tentang apa saja kegiatan mereka sehari-hari dalam mengurus babi-babi tersebut. Karena kami mau sangat tahu, maka merekapun dengan senang hati berbagi aktifitas mereka dalam berurusan dengan babi-babi yang jumlahnya kurang lebih 40-an ekor itu. Adapun rangkaian acara beternak babi ala Bali Life adalah  J :

  1. Bangun pagi-pagi lalu membersihkan segala kotoran yang ada di kandang babi.

Kandang babi harus di jaga kebersihannya, selain untuk kesehatan babi sendiri supaya terhindar dari kuman penyakit juga dengan membersihkan kandang babi dapat mengurangi bau tak sedap yang dapat mencemari lingkungan kita. “kandang harus selalu di bersihkan supaya kandang tidak bau, karena kalau bau tetangga sekitar bisa marah sama kita Mas”, seloroh Pak Jan.
 
  1. Memberi makan mereka pagi dan sore hari.

Hal yang paling penting adalah memberi babi-babi tersebut dengan makanan. “Babi itu makan apa saja yang ada di hadapannya”, kata istri saya dan hal itu di buktikan ketika ada benda di dalam kandang, babi-babi tersebut mencoba melahapnya seperti sandal jepit, selang dan sapu pembersih kandang J namun benda-benda tersebut bukanlah makanan untuk babi, melainkan sisa-sisa buah dan sayur dalam jumlah yang besar.
  1. Mengambil makanan dan memilahnya.

Untuk mendapatkan sisa-sisa buah dan sayur sebagaimana makanan utama bagi babi-babi, pihak Bali life mendapatkannya secara free dari salah satu hotel yang ada di kawasan Pantai Jimbaran Bali. Bali Life menyediakan tong sampah makanan di hotel tersebut kemudian setiap harinya setelah jam makan siang para pekerja Farming Land akan mengambil tong yang berisi penuh tersebut dan meninggalkan tong kosong untuk di isi sampah makanan lagi dan di ambil kemudian hari. Sampah sisa makanan tersebut tidaklah langsung di berikan kepada babi, melainkan harus di pilah-pilah mana yang layak untuk di berikan babi kemudian di cuci sampai bersih baru setelah itu di berikan kepada si babi. “lumayan capek mas milih makanan dan mencucinya, bisa-bisa butuh waktu 2 jam-an”, kata salah satu pekerja yang kami temui.

Dan sebagai tambahan tetapi hal ini sangat penting menurut Pak Jan yang sebagai pemimpin di Farming Land tersebut adalah memberi vaksin pada bibit babi yang baru di beli lalu di vaksin lagi sebulan setelahnya. Biasanya mereka membeli anakan babi berumur 1 bulan, kemudian di gemukan dengan cara memberi mereka makan 2 kali sehari kurang lebih selama 4 bulan dan siap di panen lalu dinikmati hasilnya untuk masyarakat Bali Life dan handai tolannya. Cukup mudah bukan? Sepertinya…. J J.

 

No comments:

Post a Comment